Minggu, 30 Agustus 2015

SERBA SALAH

Lagi-lagi gue berada di posisi yang mau ngelakuin apa aja selalu dianggap salah. Semua berawal dari kejadian sore ini. Seperti biasa sore hari sekitar pukul 5 ayah gue pulang kerja. Semula tidak ada yang aneh sampai setelah ayah gue mandi dan duduk di sebelah gue sambil berkata "orang tua pulang itu dibuatkan minum, anak kok gak bisa melayani orang tua nya". Itulah omongan tiba-tiba yang dilontarkan orang tua gue. Gue yang lagi asyik makan kripik singkong sambil nonton televisi pun hanya diam. Disitu ayah gue makin ngomongin gue dan dari arah belakang ibu gue yang lagi jahit tiba-tiba ngikut begitu aja ngomongin gue. Mereka berdua sama-sama ngomongin gue tetapi nada bahasa mereka beda. Ibu gue seperti biasa selalu ngomongin gue dengan nada keras, mungkin emang itu sifat dari sononya. Tapi, walaupun gue dari kecil udah biasa di kerasin tetep aja sakit ketika ada yang ngerasin gue kayak gitu. Dan tanpa gue sadari air mata gue menetes begitu aja. Gue selalu di bilang cengeng dan itu terbukti di setiap omelan yang diarahkan ke gue, hampir 99% gue pasti nangis. Tapi sebenarnya gue bukan tipe orang yang cengeng namun gue bisa nangis karena dua hal. Pertama gue nangis ketika ada yang ngasarin gue dan ketika gue berada di posisi yang sangat tertekan dimana gue tidak bisa membela diri. So, jangan ngomong kasar ama gue aja deh, pasti gue gak bakalan nangis. Kedua gue bisa nangis ketika gue lagi sakit banget. Mungkin ini kedengarannya lucu tapi inilah cara gue mengurangi rasa sakit gue ketika gue bener-bener ngerasan sakit sekali baik lahir maupun batin. 
Kembali ke pembahasan semula, dari omongan ibu gue, gue menangkap sedikit omongan yaitu "ibu ini gak nyuruh kamu bikin teh karena gak ada air panas". So, itu udah jelas dong buat jawaban ayah gue tadi. Tapi lagi-lagi ayah gue bilang yang lain "kalau gak ada teh kan bisa dibuatin es". Nah loh ribet lagi kan. Lalu gue pun menawarkan es teh yang sudah ada di kulkas kepada ayah gue, tapi ayah gue malah menolak dan lagi-lagi ibu gue malah nyahutin "dasar males maunya instan aja". Disitu gue diem aja dan masih bisa nerima omongan mereka, lalu gue lihat es sirup di depan gue tadi yang belum sempet gue minum. Lagi-lagi gue menawarkan es itu ke ayah gue, tapi apa coba jawaban ayah gue, dia malah jawab begini "kalau itu ayah juga bisa ambil sendiri dari tadi". Nah loh gue makin dibikin pusing aja. Sebenarnya apa sih yang diinginkan mereka??? Gue tahu ayah gue minta gue melayaninya ketika beliau pulang kerja. Gue inget itu dan bakal gue lakuin besok dong karena ini kan udah terlambat. Tapi gue tetep berbaik hati melayani ayah gue dengan menawarkan minuman seadanya tapi ditolak semua. Dan tiba pada saat terakhir gue berdiri dari tempat yang gue duduki sambil membawa es sirup tadi untuk gue kembaliin ke kulkas. Ketika gue akan menuju ke belakang tiba-tiba ayah gue minta minuman es tadi dan spontan gue berkata "tadi katanya gak mau". Itulah kalimat yang gue ucapin dan langsung disambar oleh omongan ibu gue yang bla bla bla bla nyalahin gue begitu aja. Bilang tadi ama sekarang beda lah, ama orang tua jangan gitu lah, ini lah, ah entalah. Disitu gue makin deres aja ngeluarin air mata. Gue sakit bener-bener sakit. Salahkah omongan gue barusan??? bener kan kalau gue ngomong kayak gitu. Tadi gue udah nawarin gak mau ketika gue mau balikin malah diminta. Itulah yang gue sedang rasain sekarang. Gue bicara apa adanya dan nada omongan gue juga biasa aja. Tapi kenapa gue selalu dianggap salah mulu sih, terus kapan gue benernya. Saat itu gue lebih memilih untuk diem. Gue gak mau masalah ini makin panjang, walaupun sebenarnya gue ingin banget jelasin semuanya. Setelah itu gue masuk ke kamar dan masih berpikir dengan kejadian itu. Tapi gue gak mau bahas lagi udah cukup sampai disini aja.
Gue sayang mereka !!!
Gue ingin sekali bahagian mereka !!! 
Tapi please, stop ngomongin gue dengan nada keras, gue gak suka itu. Gue juga bisa kok dibilangin secara halus-halus bahkan dengan seperti itu lebih menusuk ke hati gue daripada dengan nada kasar.
So, please jangan omongin gue dengan nada keras karena gue dari dulu tidak suka dikerasin walaupun gue udah terbiasa dengan itu.
I LOVE MY PARENTS :*

Sabtu, 22 Agustus 2015

TEMAN CERMINAN DIRI KITA

I LOVE MY BESTFRIEND
TEMAN !!! Apa sih yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata itu. Kalian pasti berpikir temen adalah orang yang bakalan selalu ada buat kita, yang selalu nemenin kita, yang mau kita ajak gila bareng dan melewati suka duka kehidupan bersama. Allah memang menciptakan kita sesosok makhluk hidup yang bernama "teman". Allah ingin agar kita tidak kesepian dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Teman juga dicipatakan untuk kita agar memperingan masalah kita. Selain kita curhat kepada yang maha kuasa, kita juga membutuhkan tempat curhat yang berwujud di dunia ini. Itulah sebabnya tuhan menciptakan sosok yang bernama "teman". Tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang tidak memerlukan bantuan orang lain, maka dari itu kita bukan makhluk individu melainkan makhluk sosial yang senantiasa selalu membutuhkan bantuan orang lain. Tanpa kita sadari hidup kita selalu bergantung pada teman, misalnya saja, kita mau jalan-jalan ke mall, untuk anak seusia kita atau anak gaul biasa disebut, tidak mungkin dong kita mau jalan-jalan ke mall sendirian, yang ada kita malah dikira anak hilang, kan gak lucu. Setiap hari pasti kita membutuhkan sosok "teman" tersebut. Bayangkan saja jika sosok "teman" itu tidak ada, kita akan bosan menjalani kehidupan di dunia ini. Teman oh Teman, kau adalah sosok yang paling ingin kucari. Eh tapi tunggu dulu! Sebelum kita mencari teman, kita harus tahu terlebih dahulu teman seperti apa yang benar-benar bisa kita anggap teman. Itu semua kembali kepada diri kita masing-masing. Teman itu seperti cermin, jadi jika kita ingin tahu bagaimana saya, maka lihatlah siapa teman-teman kita. Rasul shalallahu 'alaihi wa salam bersabda:
المؤمن مر آه (اخيه)المؤمن
"Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin." (HR. Al-Bukhari).
Nah orang seperti apakah kita ini? pasti kita akan memilih teman yang sehobi dengan kita juga. Teman itu sebenarnya banyak jenisnya, tapi saya akan jelaskan yang lebih simple aja mengenai teman. Teman menurut saya cuman ada 2 : SATU. Teman yang benar-benar teman. DUA. Teman yang pura-pura teman. heeemm apa maksud kedua bahasa gue tadi? mari kita lihat penjelasannya. Memilih teman bukanlah perkara yang mudah, di dalam Islam kita harus memilih teman yang tepat yang dapat membawa kita menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda:
المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل
 "Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapakan yang dia jadikan teman karibnya." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad). Setiap pertemuan pasti diawali dengan perkenalan, nah dari perkenalan disitu kita bisa menyimpulkan bahwa kita sudah mempunyai teman. Tapi bagaimana selanjutnya perkenalan tersebut? kita lihat beberapa hari kedepan. Lama-kelamaan kita akan semakin mengenal dia. Ketika kita mengetahui setidaknya bagaimana dia dari luar, maka kita akan langsung bisa menilai bisakah dia menjadi teman atau tidak. Ketika tidak cocok pasti kita akan memutuskan untuk menjauhinya dan mulai merenggangkan hubungan kita dengan dia walaupun kita masih tetap bisa mengobrol bersama. Tetapi ketika kita mulai merasa bahwa dia bisa untuk dijadikan teman, maka kita akan lebih mengakrabkan diri dengannya. Satu minggu, satu bulan, satu tahun kita sudah menjadi teman yang sangat akrab. Eits tapi tunggu dulu! kita belum tahu apakah dia benar-benar teman atau pura-pura teman. Nah loh!!! Bingung kan??? Bagaimana kita bisa mengetahui itu? sebenarnya gampang sekali. Semua sifat teman kita yang sesungguhnya akan terlihat ketika kita sedang dalan kesusahan. Ketika kita mendapat cobaan atau semacam musibah, pasti yang pertama akan kita datangi adalah teman. Teman pun ada teman yang akrab dan ada hanya sekadar teman. Kita pasti akan mencoba terlebih dahulu kepada teman yang paling akrab, karena kita yakin bahwa teman yang paling akrab akan membantu kita. Setelah kita menceritakan semuanya kepada teman akrab kita, apa kita tahu apa yang kita dapat? Sebagian teman akrab kita malah tidak bisa membantu kita. Lalu setelah itu apa yang kita akan lakukan? Pasti lah kita akan berlari ke sosok yang hanya sekadar teman yaitu tidak terlalu akrab tetapi kita mengenalnya, dan lagi-lagi kita menceritakan masalah kita kepada mereka. Lalu apa lagi yang kita dapat? Ternyata semua diluar dugaan. Teman yang hanya sekadar kenal itu malah membantu kita dan meringankan beban kita. Jadi kita tahu apa maksud dari semua ini, tidak semua teman yang akrab adalah teman kita yang sebenarnya. Mereka mungkin akrab dengan kita ketika sedang bercanda, tertawa bersama, happy-happy bersama dan itu dilakukan ketika kita semua sedang dalam keadaan suka, namun ketika salah satu diantara kita ada yang mendapat duka, tak banyak dari teman akrab kita yang bisa membantu. Ternyata mereka hanya ingin bersama di saat suka namun tidak di saat duka. Lalu untuk yang hanya sekadar teman, kita menganggapnya hanya sekadar teman karena kita hanya sekadar kenal dan kita tidak berusaha untuk mengakrabinya. Mungkin salah satu alasannya dia kuper atau mungkin tidak sehobi dengan kita. Padahal kalian tahu bahwa teman-teman seperti itu adalah orang-orang yang tulus dalam berteman, berbeda dengan merekan yang hanya gaul diluar tetapi busuk didalam. Sehingga ketika kita menceritakan masalah kita kepada yang hanya sekadar teman, mereka akan lebih memahami kesusahan kita karena mereka pun mungkin pernah merasakan atau mereka benar-benar memiliki hati yang tulus dan merasa jikalau yang punya masalah adalah dirinya. Dari penjelasan diatas, kita tahu kan mana teman yang benar-benar teman dan mana teman yang pura-pura teman. Jangan hanya lihat seseorang dari luarnya saja karena itu bisa saja 180 derajat berbeda dengan yang ada di dalamnya. so, hati-hati ya dalam memilih teman dan ingat kita harus selalu membantu teman kita disaat mereka membutuhkan kita. Itu baru yang dinamakan teman terbaik. YOU'RE MY BESTFRIEND !!!