ARTIKEL


SADARI KENAIKAN HARGA BBM

        BBM (Bahan Bakar Minyak) sudah menjadi bahan pokok dalam segala kegiatan kita. Misalnya, menggerakkan mobil/motor, menggerakkan mesin-mesin pabrik, menghidupkan listrik, menjalankan kapal, menerbangkan pesawat, dan sebagainya. Sehingga sampai saat ini masih banyak bahkan hampir semua manusia menggantungkan hidupnya pada salah satu sumber daya ini. Tetapi lama-kelamaan kita akan menyadari bahwa sekarang ini sumber daya kita berkurang karena penggunaan secara terus-menerus. Kekhawatiran ini dikarenakan manusia belum menemukan sumber energi lain yang dapat mengganti BBM tesebut.
        Pemerintah selalu berupaya untuk menurunkan tingkat konsumsi BBM dengan segala cara. Tetapi sepertinya hal tersebut tidak digubris oleh masyarakat kita. Padahal sebagian besar produk BBM di negara kita adalah BBM bersubsidi. Apabila anggaran APBN kita hanya dipakai untuk subsidi BBM, maka negara kita akan mengalami penurunan. Padahal apabila anggaran subsidi BBM tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan lain, pasti akan lebih bermanfaat asal tidak dikorupsi.
        Kenaikan harga BBM bersubsidi mau tidak mau akhirnya datang juga. Banyak reaksi dari kalangan masyarakat, ada yang Pro dan juga yang Kontra. Bagi yang Pro mugnkin tidak masalah dengan kebijakan pemerintah ini, tetapi bagi yang Kontra misalnya kalangan mahasiswa yang mati-matian demo agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM, sekarang menjadi sia-sia. Pemerintah sudah bulat dengan keputusannya untuk menaikkan harga BBM. Diantara pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut, ada kalangan yang disebut dengan kelompok abstain. Kelompok abstain adalah kelompok yang pasrah dan menerima apapun keputusan pemerintah walaupun sebenarnya mereka tidak setuju dengan kenaikan harga BBM tersebut.
        Dari kalangan yang Kontra terhadap kebijakan pemerintah, mereka berpendapat bahwa dengan kenaikan harga BBM ini maka akan makin menambah kesengsaraan rakyat. Karena dengan naiknya harga BBM, maka harga-harga seperti kebutuhan pokok juga ikut melonjak naik sehingga membuat rakyat kalangan bawah makin menjerit dan menambah makin banyaknya kemiskinan.
        Lain dengan kalangan Pro, mereka beranggapan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM ini tepat. Hal tersebut dianggap wajar karena harga minyak mentah di dunia pun meningkat sehingga BBM di negara kita pun harganya harus ditingkatkan agar kita tidak mengeluarkan banyak biaya untuk subsidi BBM. Tujuan ini semua adalah untuk menyelamatkan APBN dan untuk menyelamatkan penyelenggaraan kegiatan kita seperti peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan lain-lain.

        Tetapi pro maupun kontra pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dan masyarakat harus menerima kenyataan itu. Bagaimanapun juga kebijakan ini semua demi kesejahteraan kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar